Sayang.....
Disaat ku membutuhkanmu
Mengapa engkau tega pergi jauh dariku
Disini ku benar-benar merasa sepi
Benar-benar sendiri
Entah mengapa hatiku selalu gelisah
Ku selalu memikirkan mu
Ku selalu merindukan mu
Tiada lagi yang dapat ku katakan
Ku benar-benar mencintai mu
Kasih... janganlah kau pergi dariku
Ku harap kau bisa mengerti smua isi hatiku
Disini, ditempat ini
Kan ku tunggu kehadiranmu lagi
Selasa, 15 Desember 2009
Surat untuk Dinda
Dear Dinda,
kualamatkan rindu padamu
dengan ulin di pojok kiri amplop
juga salam dari almarhum hutan belakang rumah
Dind,
tadi malam rumah kita dikubur orang
ranjang, foto dan selimut kita rusak
belum lagi deru gergaji mesin
melibas meranti tua
lalu dahan kurus dengan berjuta toreh ditebas
paginya kudapati janda kaya meneguk kopi di balkon kondominium
Dind,
sejak itulah aku mengembara
lalu kuingat dongengmu tentang orang luka
yang menggedor langit sepanjang malam
memohon iba
Kini aku benar seperti itu
Dind,
di tengah pengembaraan kutahu debu-debu
telah merenggut kesunyian
lalu nyanyian dara riang
dan pekik rindu sang kekasih
termakan ombak peradaban
Karena itulah Dind,
tiada lagi gadis tersipu
kita bicara dengan teriak
bukan ucapan sopan ajaran sekolah
dan entah berapa banyak lelaki mabuk
bercinta dengan bulan di balik semak
Tahukah kamu, Dind
gara-gara itu malaikat kesal
karena manusia memaksa mengores tinta busuk
di rapor kusam sejak akil balig
karena sungguh cepat mereka kenal dunia
tak tahu paut benar, juga tanda berhenti
Dind, sungguh aku tak habis pikir
kenapa semua itu terjadi
bukankah ada karma, ketika hidup runtuh
bersama terjungkalnya tanah retak
bumi bergetar dan orang khilaf semakin menengadah
ingat kealpaan mendekatkan diri ke neraka
sehingga keturunan manusia
hanya tahu rasa arang dan debu-debuan
Karena itulah Dind,
aku sungguh rindu padamu
rindu akan hidup kemarin
ketika aku dan kamu bermandi cahaya
ketika badak habiskan masa liar
dan harimau jawa mendengkur di balik belukar
dan tidakkah kau dengar ada punai bernyanyi
mengiring tarian pinus seberang gunung
Dind, juga tak rindukah kau
Ketika kabut mengajak kita bermain di kala fajar
Namun belum lama kita bermain
Ibu mentari mengajak kabut pulang
Kita pun menangis
Air mata kita menjadi embun
Menetes pelan ke pucuk dedaunan
Namun ibu mentari sungguh bijak
Segera beliau hapus tangis kita dengan cahyanya
Di ujung rindu
pada Dindaku di bumi yang tak lagi biru
tidakkah kau rindu padaku?
kualamatkan rindu padamu
dengan ulin di pojok kiri amplop
juga salam dari almarhum hutan belakang rumah
Dind,
tadi malam rumah kita dikubur orang
ranjang, foto dan selimut kita rusak
belum lagi deru gergaji mesin
melibas meranti tua
lalu dahan kurus dengan berjuta toreh ditebas
paginya kudapati janda kaya meneguk kopi di balkon kondominium
Dind,
sejak itulah aku mengembara
lalu kuingat dongengmu tentang orang luka
yang menggedor langit sepanjang malam
memohon iba
Kini aku benar seperti itu
Dind,
di tengah pengembaraan kutahu debu-debu
telah merenggut kesunyian
lalu nyanyian dara riang
dan pekik rindu sang kekasih
termakan ombak peradaban
Karena itulah Dind,
tiada lagi gadis tersipu
kita bicara dengan teriak
bukan ucapan sopan ajaran sekolah
dan entah berapa banyak lelaki mabuk
bercinta dengan bulan di balik semak
Tahukah kamu, Dind
gara-gara itu malaikat kesal
karena manusia memaksa mengores tinta busuk
di rapor kusam sejak akil balig
karena sungguh cepat mereka kenal dunia
tak tahu paut benar, juga tanda berhenti
Dind, sungguh aku tak habis pikir
kenapa semua itu terjadi
bukankah ada karma, ketika hidup runtuh
bersama terjungkalnya tanah retak
bumi bergetar dan orang khilaf semakin menengadah
ingat kealpaan mendekatkan diri ke neraka
sehingga keturunan manusia
hanya tahu rasa arang dan debu-debuan
Karena itulah Dind,
aku sungguh rindu padamu
rindu akan hidup kemarin
ketika aku dan kamu bermandi cahaya
ketika badak habiskan masa liar
dan harimau jawa mendengkur di balik belukar
dan tidakkah kau dengar ada punai bernyanyi
mengiring tarian pinus seberang gunung
Dind, juga tak rindukah kau
Ketika kabut mengajak kita bermain di kala fajar
Namun belum lama kita bermain
Ibu mentari mengajak kabut pulang
Kita pun menangis
Air mata kita menjadi embun
Menetes pelan ke pucuk dedaunan
Namun ibu mentari sungguh bijak
Segera beliau hapus tangis kita dengan cahyanya
Di ujung rindu
pada Dindaku di bumi yang tak lagi biru
tidakkah kau rindu padaku?
Artimu bagiku
Tanpa senyumanmu bahagiaku tak'kan sempurna...
Tanpa kehadiranmu hidupku terasa hampa...
Disetiap mimpi-mimpiku hanya kau yang slalu kudamba...
Disetiap langkah hidupku hanya kau yang slalu ku kutunggu...
Kasihmu meringankan derita hidupku...
Cintamu meluluhkan hatiku yang telah lama membeku...
Perhatianmu mengubah jalan hidupku...
Setiap detik ku'kan selalu mencintaimu,tanpamu ku bukanlah siapa-siapa...
Tak'kan ada badai yang meruntuhkan cintaku padamu...
Tak'kan ada ombak besar yang mengoyahkan hatiku untukmu...
Tak'kan ada lagi malam yang sunyi tanpa dirimu...
Ku'kan slalu mencintaimu setiap detik hidupku hingga nafas terakhirku...
Walau seribu derita kujalani ku'kan slalu mencintaimu...
Walau seribu cercaan kuterima ku'takkan berpaling darimu...
kau'kan slalu ada dihatiku sampai maut menjemputku...
Oh kekasih hatiku,kaulah anugerah terindah didalam hidupku...
Tanpa kehadiranmu hidupku terasa hampa...
Disetiap mimpi-mimpiku hanya kau yang slalu kudamba...
Disetiap langkah hidupku hanya kau yang slalu ku kutunggu...
Kasihmu meringankan derita hidupku...
Cintamu meluluhkan hatiku yang telah lama membeku...
Perhatianmu mengubah jalan hidupku...
Setiap detik ku'kan selalu mencintaimu,tanpamu ku bukanlah siapa-siapa...
Tak'kan ada badai yang meruntuhkan cintaku padamu...
Tak'kan ada ombak besar yang mengoyahkan hatiku untukmu...
Tak'kan ada lagi malam yang sunyi tanpa dirimu...
Ku'kan slalu mencintaimu setiap detik hidupku hingga nafas terakhirku...
Walau seribu derita kujalani ku'kan slalu mencintaimu...
Walau seribu cercaan kuterima ku'takkan berpaling darimu...
kau'kan slalu ada dihatiku sampai maut menjemputku...
Oh kekasih hatiku,kaulah anugerah terindah didalam hidupku...
Tolong........
Raut wajahmu selalu terbayang
Suaramu selalu terngiang di telingaku
sentuhan tanganmu masih terasa
pelukanmu masih terasa hangat
Ku ingin selalu berada disisimu
ku mau ada saat kau terbangun
ku masih butuh belayan mesramu
ku tak mau kau pergi dariku
akankah dia dapat kumiliki kembali
akankah dia bisa kudapati lagi
Aku terjebak dalam lingkaran cinta
aku terjerembab dalam jurang asmara
tapi ku tak bisa berbuat apa-apa
ku hanya bisa terdiam dan membisu
aku memang seorang pecundang
aku memang gak punya keberanian
untuk berusaha mendapatkan kamu
untuk bisa hidup dengan kamu
tolong ajari aku...
tolong tuntun aku..
tolong bantu aku..
untuk bisa mendapatkan dirimu......
Suaramu selalu terngiang di telingaku
sentuhan tanganmu masih terasa
pelukanmu masih terasa hangat
Ku ingin selalu berada disisimu
ku mau ada saat kau terbangun
ku masih butuh belayan mesramu
ku tak mau kau pergi dariku
akankah dia dapat kumiliki kembali
akankah dia bisa kudapati lagi
Aku terjebak dalam lingkaran cinta
aku terjerembab dalam jurang asmara
tapi ku tak bisa berbuat apa-apa
ku hanya bisa terdiam dan membisu
aku memang seorang pecundang
aku memang gak punya keberanian
untuk berusaha mendapatkan kamu
untuk bisa hidup dengan kamu
tolong ajari aku...
tolong tuntun aku..
tolong bantu aku..
untuk bisa mendapatkan dirimu......
untukmu yang selalu ku harapkan
berulang kai ku ungkapkan pa yang kurasa, tapi kau selalu menanggapi dengan dingin.
sampai kapan kau akan selalu seperti itu? kau yang selalu ku harap menjadi sebagai bagian dari perjalanan hidupku, tapi kau tak mau mengerti apa yang kurasa. kini kau acuhkan aku seakan aku tak berarti bagimu. APA SICH MAUMU ? jadi frustasi gw........( sabar...sabar.....) mungkin kau tak mau membuka hatimu untukku tapi ku kan selalu berharap kau mau memberikan segian hatimu untuku walau hanya seberkas sinar yang bisa kau pancarkan pada diriku ini yang selalu merindukanmu. cobalah tengok kedalam dirimu apa yang sekiranya ku rasakan, bila kau mampu melihat apa yang ku rasa maka kau akan mengerti begitu besar harapan yang aku dambakan pada dirimu..........MENGERTILAH!
sampai kapan kau akan selalu seperti itu? kau yang selalu ku harap menjadi sebagai bagian dari perjalanan hidupku, tapi kau tak mau mengerti apa yang kurasa. kini kau acuhkan aku seakan aku tak berarti bagimu. APA SICH MAUMU ? jadi frustasi gw........( sabar...sabar.....) mungkin kau tak mau membuka hatimu untukku tapi ku kan selalu berharap kau mau memberikan segian hatimu untuku walau hanya seberkas sinar yang bisa kau pancarkan pada diriku ini yang selalu merindukanmu. cobalah tengok kedalam dirimu apa yang sekiranya ku rasakan, bila kau mampu melihat apa yang ku rasa maka kau akan mengerti begitu besar harapan yang aku dambakan pada dirimu..........MENGERTILAH!
ku kan tunggu
Kau tau pa yg ku rasa, meski kau ragu mesti gmn? Tapi ku bri kau mau, ku kan menepi, biarlah aku menunggu kau kan mau. Biarkan ku pendah pa yang ku mau, sementara dan biarlah kau menjejak dari pa yg kau ingini saat ini. Asal kau tau meski lama biarlah ku menunggu saat dimana kamu bersedia, dan harus kau tau ku sungguh inginkan dirimu. Jangan biarkan ku terus menunggu.
antara ada dan tiada
Meski telah ada, kau trasa hampa. Meski kau buka hati, tapi ku tk mengerti, bwat siapa? Kau diibaratkan tetesan mata air yg mengalir diantara celah2 karang hatiku, hanya membasahi, dan kmudian mengalir seiring berlalunya waktu. Kau hanya memberi kesejukan sesaat yg kmudian kring kembali.... membasahi lagi....kering lagi.... dan trus sperti itu. Ku ingin kau trus membasahi keringnya karang hatiku, memberi kesejukan dan tak lekang oleh waktu ( krispatih...kali ) Meski ku tau kau mungkin menganggap ini hanya buat smata, Biarlah....
Bila kau memintaku mengerti dirimu, ku 'kan mengertikanmu. Dan ku ingin kau pun mengertikanku. Selama kau mengerti mauku, ku kan mengerti maumu.
Meski Tuhan yang menentukan, manusia hanya brencana, saat manusia membawa kehidupannya ke arah bahagia tentu bahagia yg di dapat. Saat hidup di bwa ke tidak pastian, lukalah yang kan di dapat.
so, meski hambatan selalu merintangi perjalanan hdup yg membwat keinginan tak sesuai akhirnya, tapi jika manusia berjuang di dasari keyakinan tentu seberat apapun rintangan kan berlalu. Meski hidup tk da yg sempurna, hanya karena kau takut terluka, rangkai hidup ini dgn serius karena hidup bukan di jalani tapi disusun.
Bila kau memintaku mengerti dirimu, ku 'kan mengertikanmu. Dan ku ingin kau pun mengertikanku. Selama kau mengerti mauku, ku kan mengerti maumu.
Meski Tuhan yang menentukan, manusia hanya brencana, saat manusia membawa kehidupannya ke arah bahagia tentu bahagia yg di dapat. Saat hidup di bwa ke tidak pastian, lukalah yang kan di dapat.
so, meski hambatan selalu merintangi perjalanan hdup yg membwat keinginan tak sesuai akhirnya, tapi jika manusia berjuang di dasari keyakinan tentu seberat apapun rintangan kan berlalu. Meski hidup tk da yg sempurna, hanya karena kau takut terluka, rangkai hidup ini dgn serius karena hidup bukan di jalani tapi disusun.
Langgan:
Entri (Atom)
